Bangkok Knockout / BKO (2010)

Sudah bukan rahasia kalau Thailand bakalan menggantikan Hong Kong dan Cina sebagai produser film martial arts terbesar Asia. Sementara Hong Kong tinggal mengandalkan Donnie Yen seorang, di Thailand praktisi martial arts semakin banyak – kendati memang banyak yang bernaung di bawah satu nama: Panna Rittikrai. Familiar dengan nama itu? Sudah seharusnya sebab orang inilah yang menjadi koreografer bagi Ong Bak dan kemudian menyutradarai sekuel-sekuelnya.

Setelah Ong Bak 3 kurang berhasil di box office (walau kesalahan terletak pada skrip yang kacau balau dan Tony Jaa yang sudah jatuh pamornya) Panna Rittikrai menggebrak kembali dengan Bangkok Knockout. Sebagaimana film-film sebelumnya, Bangkok Knockout tidak ambil pusing dengan plot cerita. Yang penting siapa di depan hajar semuanya! Akan tetapi gilanya Rittikrai adalah dia tidak hanya memakai satu atau dua aktor di film ini, konon semua anggota grup stuntnya terjun langsung berpartisipasi!

Sebuah grup Martial Art senang karena mereka berhasil memenangkan reality show yang menjanjikan kontrak film Hollywood. Sungguh sayang impian tinggallah impian. Bukannya mereka mendapatkan Hollywood mereka justru dibius dan kemudian disekap ke dalam sebuah lokasi misterius di luar kota. Di sana mereka dipaksa untuk bertarung hidup dan mati menghadapi sekelompok praktisi Martial Art yang lain. Peraduan dua grup ini secara diam-diam dimonitor oleh orang-orang yang gemar taruhan… Siapa yang bakalan unggul?

Seperti yang saya bilang tadi mengharapkan plot cerita pada film seperti ini sama halnya dengan mengharapkan sesuatu yang lain dari ledakan dalam film The Expendables. Ini film Martial Art sejati, plot eksis bisa dibilang hanya untuk mendukung ceritanya. Soal akting para pemain juga bisa dibilang biasa-biasa saja mengingat rata-rata mereka ini pelaku stunt yang jarang bicara. Di antara nama-nama yang ada yang paling membuat tersenyum justru Supakson Chaimongkol dan Pimchanok Leuwisetpaiboon. Chaimongkol cantik sementara Pim lagi-lagi mencuri hatiku setelah tampil di A Little Thing Called Love. Percaya tidak percaya, keduanya juga cukup lihai dalam Martial Arts. Tidak melakukan stunt gila-gilaan memang tetapi sekedar aksi sederhana tidak jelek – membuktikan kalau mereka cukup sering meregangkan tubuh?

Yang paling membuat ternganga tentu saja deretan aksi-aksi di film ini. Setelah sepuluh menit awal yang agak pelan Bangkok Knockout langsung menggebrak melalui aksi demi aksi demi aksi dan stunt-stunt gila yang menemani. Berbagai jenis pertarungan digali oleh Rittikrai di sini… mulai dari Cage Fight, pertarungan dua lawan satu melawan sosok garang pembawa kampak, sampai pada Battle Royale yang hadir menjelang pamungkas film. Semakin membuat pertarungan di sini bervariasi adalah tiap anggota yang hadir memiliki spesialisasi jurus mereka masing-masing. Seakan aksi baku hantam saja tidak cukup, film ini juga menawarkan beberapa stunt berbahaya dengan motor dan pertarungan di bawah truk. Salut. Bicara soal plotnya menjelang pengakhiran ia juga berusaha memberikan satu dua twist pada penonton – yang sayangnya agak terasa dipaksakan.

So my verdict is… kalau kalian gemar dengan film Martial Arts Bangkok Knockout jelas film yang kudu masuk dalam daftar wajib tonton kalian. Apakah film ini sempurna? Tidak. Akting para pemainnya kalau tidak bertarung sangat buruk; apalagi para petaruhnya. Ya ampun… saking buruknya saya berpikir mereka main comot orang di jalan. Tapi apakah film ini fun? Sangat!

Score: B-

Geek Gaek

Just a random writer writing on.

Related Posts

Pirates of the Caribbean: Dead Men Tell No Tales

Jack Sparrow kembali lagi. Tetapi apakah ia masih relevan di era yang baru ini? Ketika Pirates of the Caribbean pertama dirilis pada tahun 2003 dulu, ia membawa nama Johnny Depp yang sebelumnya…

The LEGO Batman

Ketika The LEGO Movie menjadi hit yang tak disangka-sangka tahun 2014 lalu, banyak fokus penonton tertuju kepada karakter Batman yang mencuri spotlight. Besarnya reaksi positif penonton terhadap karakter balok The Dark Knight itu membuat…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *